Jika kita ingin menjadi orang yang tidak rakus terhadap
dunia, wajib bagi kita untuk menghiasi diri dengan sifat qona’ah. Tips agar seseorang menjadi qona’ah, yaitu: sabar dalam kefakiran, mengilmui
tentang keutamaan qona’ah, serta berbuat untuk menjadi orang yang mulia dan
tidak meminta-minta.
Ketiganya terincikan dengan beberapa langkah, diantaranya:
Pertama: Hidup hemat dan sederhana serta tidak lupa
berinfaq. Barang siapa yang ingin hatinya kaya dan memiliki kemuliaan jiwa, ia
harus qona’ah dan berhemat dalam menggunakan harta. Janganlah kita belanjakan
harta kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan kita belanjakan harta untuk
membeli perabot-perabot yang mahal dan kurang bermanfaat. Bedakan antara
kebutuhan dan keinginan. Kadang banyak keinginan kita yang sebenarkan kurang
bermanfaat, sehingga banyak diantara kita yang mengejar keinginan-keinginan
tersebut. Ingatlah bahwa keinginan seseorang jika dituruti tidak akan pernah
selesai sehingga ajal datang menjemput.
Kedua: Jika kita mendapat kemudahan dalam mencari rizki,
maka jangan mengerahkan seluruh tenaga untuk mendapatkan kekayaan yang lebih
banyak hingga terlupakan ibadah kita. Hal inilah yang akan menjadikan diri kita
pendek angan-angan. Kita harus yakin bahwa rizki yang Allah takdirkan pada kita
pasti tidak akan jatuh ke tangan orang lain walaupun kita juga harus
mengusahakannya. Kerakusan seseorang terhadap harta tidak akan menambah kecuali
apa yang telah Allah tetapkan kepada orang tersebut. Setan memang senantiasa
menakut-nakuti anak adam dengan kefakiran sehingga manusia berbuat dosa.
Ketiga: hendaklah kita memahami bahwa dalam qona’ah ada
kemuliaan, dan dalam ketamakan serta kerakusan terdapat kehinaan. Jika kita
telah paham dengan hal tersebut, hati kita akan disinari dengan sifat qona’ah. Kerakusan
hanya akan melelahkan dan menghinakan seseorang, sedangkan sifat qona’ah akan
melahirkan kesabaran dalam menggapai syahwat-syahwat dunia.
Keempat: Hendaknya seseorang memahami bahwa mengumpulkan
harta akan melahirkan sifat takut. Takut jika hartanya dicuri, takut jika
hartanya terbakar atau mungkin lepasnya harta tersebut dari tangannya.
Ketahuilah bahwa orang kaya akan masuk jannah lebih akhir dari pada orang
miskin lima ratus tahun, yang demikian itu karena orang kaya lebih banyak harta
yang dihisab dibandingkan orang miskin.
Kelima: Berdo’a pada Allah Ta’ala. Disamping berusaha, tidak
lupa kita juga harus berdo’a. Do’a adalah senjata orang mukmin dalam melawan
setan. Oleh karena itu, banyaklah berdo’a pada Allah agar selalu diberi
kecukupan.
)*Disadur dari Majalah BaitulMal edisi Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar