Label

Rabu, 20 Agustus 2014

Obat Rakus Dunia




Jika kita ingin menjadi orang yang tidak rakus terhadap dunia, wajib bagi kita untuk menghiasi diri dengan sifat qona’ah. Tips agar seseorang menjadi qona’ah, yaitu: sabar dalam kefakiran, mengilmui tentang keutamaan qona’ah, serta berbuat untuk menjadi orang yang mulia dan tidak meminta-minta. 

Ketiganya terincikan dengan beberapa langkah, diantaranya:

Pertama: Hidup hemat dan sederhana serta tidak lupa berinfaq. Barang siapa yang ingin hatinya kaya dan memiliki kemuliaan jiwa, ia harus qona’ah dan berhemat dalam menggunakan harta. Janganlah kita belanjakan harta kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan kita belanjakan harta untuk membeli perabot-perabot yang mahal dan kurang bermanfaat. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kadang banyak keinginan kita yang sebenarkan kurang bermanfaat, sehingga banyak diantara kita yang mengejar keinginan-keinginan tersebut. Ingatlah bahwa keinginan seseorang jika dituruti tidak akan pernah selesai sehingga ajal datang menjemput.

Kedua: Jika kita mendapat kemudahan dalam mencari rizki, maka jangan mengerahkan seluruh tenaga untuk mendapatkan kekayaan yang lebih banyak hingga terlupakan ibadah kita. Hal inilah yang akan menjadikan diri kita pendek angan-angan. Kita harus yakin bahwa rizki yang Allah takdirkan pada kita pasti tidak akan jatuh ke tangan orang lain walaupun kita juga harus mengusahakannya. Kerakusan seseorang terhadap harta tidak akan menambah kecuali apa yang telah Allah tetapkan kepada orang tersebut. Setan memang senantiasa menakut-nakuti anak adam dengan kefakiran sehingga manusia berbuat dosa.

Ketiga: hendaklah kita memahami bahwa dalam qona’ah ada kemuliaan, dan dalam ketamakan serta kerakusan terdapat kehinaan. Jika kita telah paham dengan hal tersebut, hati kita akan disinari dengan sifat qona’ah. Kerakusan hanya akan melelahkan dan menghinakan seseorang, sedangkan sifat qona’ah akan melahirkan kesabaran dalam menggapai syahwat-syahwat dunia.

Keempat: Hendaknya seseorang memahami bahwa mengumpulkan harta akan melahirkan sifat takut. Takut jika hartanya dicuri, takut jika hartanya terbakar atau mungkin lepasnya harta tersebut dari tangannya. Ketahuilah bahwa orang kaya akan masuk jannah lebih akhir dari pada orang miskin lima ratus tahun, yang demikian itu karena orang kaya lebih banyak harta yang dihisab dibandingkan orang miskin.


Kelima: Berdo’a pada Allah Ta’ala. Disamping berusaha, tidak lupa kita juga harus berdo’a. Do’a adalah senjata orang mukmin dalam melawan setan. Oleh karena itu, banyaklah berdo’a pada Allah agar selalu diberi kecukupan.


)*Disadur dari Majalah BaitulMal edisi Agustus 2014 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar