"Kuburlah wujudmu dalam tanah untuk sekian waktu, sebab apa yang tumbuh dari sesuatu yang tidak terkubur buahnya tidak sempurna"
Kata-kata ini merupakan pengarahan yang sangat baik bagi mereka yang mendambakan kemasyhuran dengan terburu-buru, dan bagi orang-orang yang mengira bahwa sedikit pengetahuan dan pengalaman cukup menjadi bekal untuk memimpin masyarakat, untuk bisa tampil ke muka di tengah-tengah manusia.
Untuk meraih kepemimpinan, baik kepemimpinan dunia maupun agama, menuntuk kesabaran bertahun-tahun dan perjuangan yang tidak sebentar. Untuk itu, seseorang terlebih dahulu harus membentuk dirinya dalam kesunyian, kebisuan dan ketenangan (read:belajar). Ibarat sebuah pohon yang cikal bakalnya terkubur dalam kegelapan tanah beberapa waktu untuk membentuk perumbuhannya yang sehat dan kuat, setelah itu baru membelah tanah untuk menghirup udara dan cahaya. Apa salahnya jika seseorang menarik diri barang sebentar atau lama dan tidak memunculkan diri di tengah-tengah manusia sebelum bakat dan kemampuannya matang???
Dewasa ini, sering kali kita saksikan orang yang menulis sejumlah makalah, lalu mengaku diri sebagai pelopor pemikiran. Atau sedikit ahli dalam bidang tertentu, lalu mengkalim diri sebagai sorang pakar. Kalau saja ia memilih untuk "mengubur diri" (read:belajar dan memperdalam ilmu) barang sebentar untuk mematangkan diri, tentu akan lebih baik.
Selanjutnya, ketika kita sudah matang dan mempunyai kualifikasi yang memadi untuk melakukan suatu karya, niatkan segala sesuatunya karena Allah semata, bukan untuk pamer. Sebab orang yang mencari perhatian manusia akan lepas dari perhatian Allah.
Hindarkan diri dari dua hal, yaitu: Pertama, memaksakan diri untuk tampil ke muka sebelum terpenuhinya kualifikasi-kualifikasi yang seharusnya. Kedua, tampil ke muka setelah terpenuhinya kualifikasi-kualifikasi yang seharusnya untuk menarik perhatian manusia.
)*Dikutip dari "Selalu Melibatkan Allah: Membangun Kesalehan Paripurna Orang Beriman"
Karya: Muhammad al-Ghazali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar